Nvidia Butuh Aplikasi AI Nyata untuk Sahamnya Kembali Meroket
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Mar 2025
63 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Nvidia perlu lebih banyak aplikasi AI nyata untuk meningkatkan permintaan sahamnya.
Acara GTC tidak memberikan kejutan yang diharapkan oleh pasar, menyebabkan penurunan saham.
Pertumbuhan pendapatan Nvidia di masa depan sangat bergantung pada inovasi dari mitra dan pelanggan mereka.
Nvidia, perusahaan yang terkenal dengan chip AI, mengalami penurunan harga saham meskipun ada banyak inovasi baru yang diumumkan. Eric Jackson, seorang investor yang optimis tentang Nvidia, mengatakan bahwa untuk meningkatkan harga sahamnya lagi, perusahaan perlu menunjukkan lebih banyak aplikasi AI yang digunakan di dunia nyata. Contoh dari perusahaan lain seperti Palantir dan Klarna menunjukkan bagaimana AI dapat menghemat biaya dan meningkatkan produktivitas, yang bisa menarik perhatian investor.
Meskipun CEO Nvidia, Jensen Huang, memprediksi pendapatan dari infrastruktur data center mereka akan mencapai Rp 16.70 quadriliun ($1 triliun) pada tahun 2028, saham Nvidia tetap turun 3,4% setelah acara tahunan mereka. Para analis mencatat bahwa tidak ada kejutan besar dari pengumuman tersebut, dan ada kekhawatiran tentang pertumbuhan permintaan di masa depan. Jackson mengakui bahwa pandangannya tentang Nvidia telah sedikit terguncang, tetapi ia masih percaya bahwa Nvidia tetap lebih baik dibandingkan banyak perusahaan teknologi lainnya.
Analisis Ahli
Eric Jackson
Perkembangan AI dan aplikasi nyata dari perusahaan lain akan menjadi motor penggerak penting untuk pertumbuhan chip Nvidia di masa depan.