TLDR
Algoritma DQI menunjukkan keunggulan kuantum yang signifikan dalam masalah optimisasi. Penelitian ini dapat menginspirasi pengembangan algoritma klasik baru untuk bersaing dengan algoritma kuantum. Keberhasilan DQI menyoroti pentingnya kolaborasi antara teori pengkodean dan komputasi kuantum. Penelitian terbaru di bidang komputer kuantum menunjukkan kemajuan signifikan dengan algoritma baru bernama decoded quantum interferometry (DQI). Algoritma ini dapat menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah optimasi lebih cepat daripada semua algoritma klasik yang ada. Masalah optimasi ini mirip dengan mencari cara terbaik bagi truk pengiriman untuk mengunjungi beberapa kota dalam waktu tertentu. Meskipun algoritma ini menjanjikan, masih ada tantangan karena saat ini tidak ada komputer kuantum yang cukup kuat untuk mengujinya secara langsung.Stephen Jordan, salah satu peneliti di Google Quantum AI, menjelaskan bahwa mereka menemukan algoritma ini melalui pendekatan yang tidak biasa, dengan memanfaatkan konsep gelombang dalam fisika kuantum. Mereka menggunakan teknik yang dikenal sebagai decoding untuk mengidentifikasi solusi terbaik dari masalah optimasi. Meskipun masih ada kemungkinan bahwa algoritma klasik bisa menyamai kecepatan DQI, penemuan ini dianggap sebagai langkah besar dalam pengembangan komputer kuantum dan dapat membuka jalan untuk aplikasi yang lebih luas di masa depan.