Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Menemukan Cara Baru Faktorisasi Bilangan Besar dengan Satu Qubit dan Osilator

Sains
Fisika dan Kimia
QuantaMagazine QuantaMagazine
09 Jun 2025
58 dibaca
2 menit
Menemukan Cara Baru Faktorisasi Bilangan Besar dengan Satu Qubit dan Osilator

Rangkuman 15 Detik

Pendekatan baru dalam faktorisasi angka menggunakan satu qubit dan osilator kuantum menunjukkan potensi inovatif dalam komputasi kuantum.
Meskipun tidak praktis karena kebutuhan energi yang tinggi, penelitian ini membuka jalan untuk metode baru dalam komputasi kuantum.
Keberhasilan menggunakan variabel kontinu dalam komputasi menunjukkan bahwa qubit bukan satu-satunya cara untuk melakukan perhitungan kuantum.
Komputer kuantum memiliki kemampuan yang dijanjikan untuk memecahkan masalah tertentu lebih cepat daripada komputer biasa. Salah satu masalah tersebut adalah faktorisasi bilangan besar, yang sangat penting untuk keamanan data. Namun, komputer kuantum saat ini masih terbatas karena membutuhkan jumlah qubit yang sangat banyak dan sistem yang rumit. Peter Shor menemukan algoritma yang bisa memfaktorkan bilangan besar dengan cepat menggunakan komputer kuantum, tetapi teknologi kuantum saat ini belum mampu menjalankan algoritma itu untuk angka besar secara praktis. Sebuah penelitian baru mencoba pendekatan berbeda dengan menggunakan hanya satu qubit dan tiga osilator yang dapat mengambil nilai kontinu. Osilator ini menghasilkan pola berulang yang bisa digunakan untuk menghitung faktor sebuah bilangan tanpa harus menggunakan banyak qubit. Cara ini unik karena menggunakan data dengan nilai yang tidak hanya nol dan satu, melainkan nilai dalam rentang kontinu, yang membuka kemungkinan baru dalam cara kita mengode dan memproses informasi kuantum. Meski metode ini menjanjikan, memiliki kelemahan besar, yaitu kebutuhan energi yang sangat besar semakin besar bilangan yang hendak difaktorkan. Jadi, meskipun menggunakan satu qubit, energi yang diperlukan bahkan bisa melebihi sumber daya yang mungkin tersedia. Peneliti percaya bahwa dengan mengatur jumlah osilator dan cara kerjanya, penggunaan energi bisa ditekan. Mereka juga berencana mencoba metode ini untuk jenis komputasi kuantum lain, tidak terbatas pada faktorisasi bilangan saja, yang menandai langkah penting dalam pengembangan teknologi kuantum.