Neraca Perdagangan Surplus Berkat Ekspor CPO, Impor Barang Konsumsi Turun
Bisnis
Ekonomi Makro
17 Mar 2025
74 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus meskipun ada penurunan impor barang konsumsi.
Ekspor CPO menjadi faktor utama yang mendukung surplus neraca perdagangan.
Impor barang konsumsi mengalami penurunan signifikan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran.
Neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2025 berhasil mencatat surplus sebesar US$ 3,12 miliar, meskipun jumlah ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Surplus ini didorong oleh peningkatan ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang naik 58,35% dari bulan sebelumnya dan 89,54% dibandingkan tahun lalu. Namun, ada penurunan impor barang konsumsi menjelang Ramadan dan Lebaran, di mana nilai impor turun 10,61% secara bulanan dan 21,05% secara tahunan.
Beberapa barang yang mengalami penurunan impor secara signifikan antara lain buah-buahan, daging hewan, dan beras. Misalnya, impor buah-buahan turun sebesar US$ 60,9 juta, daging hewan turun US$ 44,8 juta, dan beras turun US$ 37,8 juta. Hal ini menunjukkan adanya perubahan dalam pola konsumsi masyarakat Indonesia.
Analisis Ahli
Amalia Adininggar Widyasanti
Penurunan impor barang konsumsi di bulan Februari yang menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan fenomena yang cukup menarik, menandakan pergeseran pola konsumsi dan penyesuaian pasar.


