Impor Beras Turun Drastis, Produksi Dalam Negeri Indonesia Surplus
Bisnis
Ekonomi Makro
18 Mar 2025
273 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Impor barang konsumsi serealia di Indonesia mengalami penurunan drastis.
Larangan impor beras oleh pemerintah berdampak pada statistik impor.
Produksi beras dalam negeri diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga tahun depan.
Impor barang konsumsi yang termasuk dalam kategori serealia di Indonesia hampir tidak ada pada Februari 2025. Kategori ini mencakup barang seperti gandum, jagung, dan beras. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor serealia turun drastis hingga 99,96% dibandingkan bulan sebelumnya, dan bahkan tidak ada impor beras karena pemerintah masih melarang impor beras. Meskipun ada sedikit impor untuk beras khusus dan jagung pakan ternak, jumlahnya sangat kecil sehingga terlihat hampir nol.
Pemerintah Indonesia optimis bahwa negara tidak perlu mengimpor beras hingga tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa produksi beras dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Selama empat bulan pertama tahun ini, produksi beras mencapai 13,9 juta ton, sementara konsumsi nasional hanya 10,4 juta ton, sehingga Indonesia mengalami surplus beras sebesar 3,5 juta ton.
Analisis Ahli
Zulkifli Hasan
Optimisme produksi beras domestik yang melampaui konsumsi nasional bisa menstabilkan harga dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

