Pemerintah Inggris Pangkas Regulasi dan Dana Kesejahteraan untuk Dongkrak Ekonomi
Finansial
Kebijakan Fiskal
17 Mar 2025
140 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pemerintah Inggris berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengurangan regulasi dan pengeluaran kesejahteraan.
Ada kekhawatiran bahwa pemotongan anggaran kesejahteraan dapat berdampak negatif pada keluarga berpenghasilan rendah.
Penggabungan regulator bertujuan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam pengaturan bisnis.
Pemerintah Inggris berencana untuk mengurangi jumlah regulator bisnis dan mengurangi pengeluaran kesejahteraan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stagnan. Menteri Keuangan Rachel Reeves akan bertemu dengan delapan regulator utama, termasuk Otoritas Perilaku Keuangan, untuk membahas rencana pemotongan biaya regulasi sebesar 25%. Sementara itu, Menteri Pekerjaan dan Pensiun Liz Kendall akan mengumumkan rencana untuk mengurangi anggaran kesejahteraan hingga £6 miliar (Rp 130.26 triliun ($7,8 miliar) ) untuk mendorong lebih banyak orang bekerja. Namun, banyak anggota kabinet yang meminta Reeves untuk mempertimbangkan kembali rencana pemotongan ini, terutama untuk bantuan bagi penyandang disabilitas.
Reeves juga akan menggabungkan beberapa regulator untuk mengurangi beban regulasi bagi bisnis. Dia percaya bahwa dengan mengurangi birokrasi, investasi akan meningkat dan lebih banyak pekerjaan akan tercipta. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemotongan ini dapat berdampak negatif pada standar hidup keluarga berpenghasilan rendah. Beberapa pihak menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk menaikkan pajak daripada mengurangi pengeluaran kesejahteraan.
Analisis Ahli
James Smith
Pemotongan kesejahteraan akan membebani keluarga berpenghasilan rendah secara tidak proporsional, sementara pasar kerja yang lesu membuat konsolidasi fiskal pada kelompok tersebut sangat tidak tepat dan berisiko memperdalam kemiskinan.