Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tarif Baru AS Memicu Perang Dagang Dengan Meksiko, Kanada, dan China

Finansial
Kebijakan Fiskal
TheJakartaPost TheJakartaPost
04 Mar 2025
165 dibaca
1 menit
Tarif Baru AS Memicu Perang Dagang Dengan Meksiko, Kanada, dan China

Rangkuman 15 Detik

Tarif baru dapat merusak hubungan perdagangan yang telah terjalin lama antara AS, Kanada, dan Meksiko.
Retaliasi dari Kanada dan Meksiko dapat memperburuk kondisi ekonomi di seluruh Amerika Utara.
Kebijakan tarif Trump berpotensi menyebabkan dampak negatif bagi konsumen dan produsen di AS.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menerapkan tarif baru sebesar 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada, serta menggandakan tarif untuk barang-barang dari China menjadi 20 persen. Langkah ini diambil karena Trump merasa ketiga negara tersebut tidak cukup berusaha menghentikan aliran fentanyl, obat opioid berbahaya, ke AS. Kanada dan Meksiko segera merespons dengan ancaman tarif balasan, termasuk tarif 25 persen pada barang-barang AS senilai CRp 501.00 triliun ($30 miliar) . Para pemimpin Kanada dan Meksiko khawatir bahwa tarif ini akan merusak hubungan perdagangan yang telah terjalin baik selama bertahun-tahun. Sementara itu, China juga mengumumkan tarif tambahan untuk barang-barang AS dan membatasi ekspor kepada beberapa perusahaan AS. Tarif baru ini dapat berdampak besar pada ekonomi, terutama bagi petani dan produsen di AS, yang mungkin mengalami kerugian akibat meningkatnya biaya dan gangguan pada rantai pasokan. Banyak pihak memperingatkan bahwa langkah ini bisa menyebabkan resesi dan kehilangan pekerjaan di kedua negara.

Analisis Ahli

Joseph Stiglitz
Tarif semacam ini biasanya membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat karena mengganggu pasar bebas dan meningkatkan biaya bagi konsumen serta produsen.
Carmen Reinhart
Perang dagang dengan skala sebesar ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan risiko resesi global dalam jangka menengah.