AI summary
Malaysia menjadi pusat penting untuk pembangunan pusat data oleh perusahaan teknologi. Perusahaan China memanfaatkan biaya listrik yang rendah dan akses ke semikonduktor di Malaysia. Permintaan global untuk kekuatan komputasi diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan teknologi besar China sedang berlomba-lomba membangun pusat data di Malaysia. Di sebuah lokasi di Malaysia, terdapat area seluas 275 acre yang dibangun oleh YTL Corporation, yang dilengkapi dengan pusat data dan panel surya. Permintaan untuk daya pemrosesan di Malaysia semakin meningkat, terutama untuk mendukung model kecerdasan buatan (AI) yang terus berkembang.Menurut penelitian, pada akhir tahun 2025, permintaan global untuk daya komputasi akan meningkat sepuluh kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023, dengan lebih dari 40 persen berasal dari kawasan Asia-Pasifik. Malaysia menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan teknologi China karena memiliki hubungan yang stabil dengan China, biaya listrik yang rendah, dan akses yang lebih baik ke semikonduktor canggih yang tidak tersedia di China akibat kontrol ekspor dari AS.Joe Gao, seorang anggota dewan di IBuffett Investment Management, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China adalah klien utama pusat data di Malaysia dan kawasan Asia Tenggara lainnya. Dengan semua keuntungan ini, Malaysia semakin menjadi pusat penting dalam perlombaan teknologi global.
Malaysia benar-benar memanfaatkan momen strategis untuk menjadi pusat penting dalam teknologi komputasi dengan memanfaatkan keunggulan energi murah dan posisi geopolitik yang menguntungkan. Namun, ketergantungan yang meningkat pada investasi asing China mungkin menimbulkan tantangan kedaulatan data dan keamanan di masa depan jika tidak diatur dengan bijak.