Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apple Melawan Perintah Inggris Membuka Backdoor Data Enkripsi Cloud

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
15 Mar 2025
235 dibaca
1 menit
Apple Melawan Perintah Inggris Membuka Backdoor Data Enkripsi Cloud

AI summary

Kasus ini menunjukkan ketegangan antara privasi pengguna dan permintaan pemerintah untuk akses data.
Apple mengambil langkah untuk melindungi privasi pengguna dengan menghapus fitur enkripsi canggih di Inggris.
Organisasi hak asasi manusia menentang langkah-langkah yang dianggap merugikan privasi dan kebebasan sipil.
Pada tanggal 14 Maret 2024, sebuah sidang di pengadilan London yang melibatkan Apple diadakan secara rahasia. Sidang ini terkait dengan permintaan pemerintah Inggris agar Apple membuat "back door" untuk sistem penyimpanan awan yang terenkripsi, yang memungkinkan akses ke pesan dan foto terenkripsi, bahkan untuk pengguna di luar Inggris. Sebagai respons, Apple menghapus fitur keamanan canggihnya, yaitu Perlindungan Data Lanjutan, untuk pengguna baru di Inggris.Sidang ini tidak dihadiri oleh media meskipun ada permintaan resmi untuk hadir. Beberapa kelompok hak sipil, seperti Privacy International dan Liberty, menganggap permintaan pemerintah Inggris ini tidak dapat diterima dan berpotensi membahayakan privasi orang-orang. Mereka berpendapat bahwa enkripsi end-to-end sangat penting untuk melindungi individu dari pelecehan dan penindasan. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa tindakan Inggris ini mungkin melanggar perjanjian internasional yang melindungi data warga negara AS.

Experts Analysis

Caroline Wilson Palow
Pengungkapan perlindungan enkripsi yang kuat sangat penting untuk melindungi individu dari pelecehan dan penindasan; pemerintah tidak boleh melemahkan perlindungan ini secara sepihak.
Editorial Note
Perintah pemerintah Inggris yang memaksa Apple membuka backdoor adalah preseden berbahaya yang dapat melemahkan privasi digital secara global. Meski pemerintah menyatakan demi keamanan, sebenarnya mereka berisiko membuka celah penyalahgunaan data yang dapat membahayakan pengguna di seluruh dunia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.