Saham Tesla Turun Tajam, Analis Prediksi Harga Bisa Anjlok Lagi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
15 Mar 2025
28 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Saham Tesla telah mengalami penurunan signifikan sejak puncaknya pada bulan Desember.
Analis dari Wells Fargo dan JPMorgan memperkirakan penurunan lebih lanjut dalam nilai saham Tesla.
Keterlibatan Elon Musk dengan politik dapat mempengaruhi penjualan dan persepsi publik terhadap Tesla.
Saham Tesla naik hampir 4% pada hari Jumat seiring dengan pemulihan pasar yang lebih luas, tetapi tetap mengalami kerugian selama delapan minggu berturut-turut. Beberapa analis Wall Street, termasuk dari Wells Fargo dan JPMorgan, memperkirakan bahwa nilai saham Tesla bisa turun hampir setengahnya lagi dari harga saat ini, yang berada di sekitar Rp 417.47 juta ($249,98) . Mereka menurunkan target harga menjadi Rp 2.17 juta ($130) dan Rp 2.00 juta ($120) , jauh di bawah rata-rata target analis lainnya yang mencapai Rp 6.11 juta ($366) .
Analis dari Wells Fargo menyebutkan bahwa mereka awalnya tidak menganggap serius kekhawatiran tentang dampak politik dari CEO Elon Musk yang terlibat dengan pemerintahan Trump. Namun, adanya protes dan laporan vandalisme terhadap mobil Tesla telah meningkatkan kekhawatiran tersebut. Selain itu, Tesla juga mengungkapkan kekhawatiran kepada pejabat perdagangan AS mengenai tarif yang dapat merugikan industri otomotif di AS.
Analisis Ahli
Wells Fargo
Kekhawatiran terhadap dampak politik dan penurunan penjualan menimbulkan risiko besar bagi Tesla, sehingga target harga harus diturunkan signifikan.JPMorgan
Sikap pasar saat ini mencerminkan penurunan fundamental yang mendalam bagi Tesla, dan penyesuaian target harga diperlukan untuk mencerminkan realita tersebut.