Penurunan Cepat Nilai Tesla Akibat Penjualan Lesu dan Kontroversi Elon Musk
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
13 Mar 2025
93 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tesla mengalami penurunan kapitalisasi pasar yang signifikan akibat penurunan penjualan dan masalah reputasi.
Keterlibatan Elon Musk dalam politik dapat berdampak negatif pada penjualan dan citra merek Tesla.
Meskipun mengalami penurunan, Tesla tetap menjadi perusahaan otomotif paling berharga di dunia.
Tesla mengalami penurunan nilai pasar yang signifikan, sekitar 48%, dalam waktu singkat. Penurunan ini disebabkan oleh penjualan yang menurun dan masalah reputasi yang terkait dengan CEO Elon Musk. Analis dari JPMorgan menyatakan bahwa tidak ada contoh lain dalam sejarah industri otomotif di mana sebuah merek kehilangan nilai begitu cepat. Mereka juga menurunkan target harga saham Tesla dari Rp 3.85 triliun ($230,58 m) enjadi Rp 2.25 juta ($135) dan memperkirakan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 8% pada kuartal pertama 2025.
Selain masalah penjualan, ada juga kekhawatiran tentang fokus Musk pada urusan politik yang mungkin mengalihkan perhatiannya dari bisnis utama Tesla. Meskipun mengalami kerugian, Tesla tetap menjadi perusahaan mobil paling berharga di dunia, diikuti oleh Toyota. Analis dari Morgan Stanley melihat beberapa peluang untuk pemulihan, termasuk peluncuran robotaxi dan robot humanoid yang diharapkan dapat meningkatkan citra perusahaan.
Analisis Ahli
JPMorgan analysts
Penurunan nilai Tesla sangat tidak umum dalam sejarah otomotif dan penurunan ini menyebar secara global, bukan hanya di satu pasar.Morgan Stanley analysts
Meski saham turun karena penjualan dan sentimen negatif, masih ada potensi peluang beli dengan adanya produk inovatif yang dijadwalkan rilis.