Tesla Tertekan oleh Penurunan Penjualan dan Tantangan Biaya, Tapi Masa Depan AI Cerah
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
10 Mar 2025
50 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Permintaan untuk Model 3 dan Model Y diperkirakan akan menurun, yang mempengaruhi harga saham Tesla.
Tarif baru dapat meningkatkan biaya bagi Tesla dan mempengaruhi profitabilitas.
Meskipun ada penurunan harga saham, beberapa analis tetap optimis tentang masa depan Tesla, terutama terkait dengan robotaxi.
Analis UBS, Joseph Spak, memberikan peringkat "Jual" untuk saham Tesla (TSLA) dan menurunkan target harga dari Rp 4.33 triliun ($259 m) enjadi Rp 3.76 juta ($225) . Ia khawatir tentang permintaan untuk model Model 3 dan Model Y yang diperkirakan akan turun. Saham Tesla turun 8% menjadi Rp 4.04 juta ($242) , dan secara keseluruhan, saham Tesla telah turun 40% tahun ini. Penjualan mobil Tesla di China juga menurun, dan di Australia, penjualan turun 72% dibandingkan tahun lalu.
Meskipun ada banyak kekhawatiran, beberapa analis tetap optimis. Cathie Wood dari Ark Investment percaya bahwa akan ada permintaan besar untuk mobil Tesla, terutama dengan rencana mereka untuk robotaxi. Analis lain, Dan Ives, juga tetap mendukung saham Tesla dan mengatakan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli saham tersebut.
Analisis Ahli
Joseph Spak
Memperkirakan penurunan permintaan dan menganggap valuasi Tesla saat ini terlalu tinggi dibandingkan dengan risiko terdekat.Cathie Wood
Melihat potensi besar pada robotaxis dan permintaan tertahan yang dapat mendongkrak valuasi secara signifikan di masa depan.Dan Ives
Masih sangat bullish pada saham Tesla dan mendorong investor untuk mempertahankan posisi mereka.