Pasar Saham Naik Saat Shutdown Pemerintah AS Dijauhkan dan Ketegangan Perdagangan Memanas
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
14 Mar 2025
134 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar saham global menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menghindari penutupan pemerintah AS.
Kebijakan perdagangan yang agresif dapat mempengaruhi sentimen pasar dan menyebabkan ketidakpastian ekonomi.
Optimisme terhadap pertumbuhan laba di pasar saham China dapat menarik investasi dari AS.
Pasar saham Asia dan futures indeks saham AS serta Eropa mengalami kenaikan pada hari Jumat setelah ada tanda-tanda bahwa pemerintah AS akan menghindari penutupan. Saham di Jepang dan Australia naik, sementara indeks CSI 300 yang mencakup saham China daratan mencapai level tertinggi tahun ini. Kenaikan ini dipicu oleh harapan akan dukungan kebijakan baru untuk meningkatkan konsumsi. Futures saham AS juga meningkat karena RUU pendanaan sementara tampaknya akan disetujui, mengurangi ketidakpastian di pasar yang sebelumnya mengalami penurunan.
Meskipun ada kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS akibat perang tarif yang dipimpin oleh mantan Presiden Donald Trump, beberapa analis percaya bahwa pasar saham akan mengalami rebound jangka pendek. Mereka mencatat bahwa penurunan yang ekstrem sering kali diikuti oleh pemulihan. Sementara itu, mantan Menteri Keuangan Steven Mnuchin menilai risiko resesi di AS tidak terlalu besar dan menyarankan investor untuk tidak terlalu panik terhadap kebijakan perdagangan yang agresif.
Analisis Ahli
Steven Mnuchin
Pasar sedang mengalami koreksi sehat dan tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap kebijakan perdagangan Trump yang agresif.Thomas Taw
Lingkungan pasar sangat volatile dan kesempatan investasi terbaik saat ini ada di pasar Eropa dan China.JPMorgan Strategists
Pasar kredit lebih optimis dibanding pasar saham dalam menyikapi risiko resesi, menyediakan ruang untuk kejutan positif.