Perang Dagang AS Sebabkan Tekanan Berat di Pasar Saham Asia dan Risiko Resesi
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Mar 2025
105 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketidakpastian akibat perang dagang Trump berdampak signifikan pada pasar ekuitas global.
Meskipun ada penurunan, beberapa analis percaya bahwa pasar mungkin terlalu bereaksi terhadap risiko resesi.
Pergerakan harga komoditas menunjukkan bahwa investor mencari aset aman di tengah ketegangan pasar.
Pasar saham Asia mengalami tekanan turun pada hari Jumat setelah saham AS jatuh, dipengaruhi oleh perang dagang yang dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump. Indeks S&P 500 turun 1,4% ke level terendah dalam enam bulan, sementara Nasdaq 100 juga mengalami penurunan. Meskipun pasar saham AS mengalami penurunan besar, pasar saham Hong Kong justru menunjukkan kenaikan lebih dari 1%. Penurunan ini telah menghapus sekitar Rp 83.50 quadriliun ($5 triliun) dari nilai pasar saham AS, dan banyak investor khawatir tentang dampak perang dagang terhadap pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa risiko resesi di AS tidak terlalu besar dan menyarankan investor untuk tidak panik. Sementara itu, harga minyak turun, dan emas mencapai harga tertinggi karena ketegangan perdagangan mendorong orang untuk membeli aset yang lebih aman. Data ekonomi penting dari AS, seperti sentimen konsumen, juga akan dirilis, yang dapat mempengaruhi pasar lebih lanjut.
Analisis Ahli
Steven Mnuchin
Menganggap penurunan pasar sebagai koreksi yang sehat dan mengimbau investor untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap langkah-langkah perdagangan Trump.Adam Turnquist
Menyoroti bahwa ketidakpastian tarif produk perdagangan adalah faktor utama yang memperparah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan tekanan jual pasar.Gina Martin Adams dan Michael Casper
Menerangkan model resesi berbasis Treasury menunjukkan risiko resesi mendekati 30% dalam setahun ke depan, yang memperkuat sentimen risk-off di pasar saham.