Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi 8% Meski Defisit APBN Awal Tahun
Finansial
Kebijakan Fiskal
14 Mar 2025
132 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kondisi fiskal Indonesia masih dalam tahap aman meskipun mengalami defisit.
Pemerintah optimis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi 8% dengan berbagai program yang diluncurkan.
Investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih aman meskipun ada defisit anggaran di awal tahun. Ia optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8% meskipun defisit anggaran saat ini sebesar Rp 31,2 triliun, yang setara dengan 0,13% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah juga telah menyiapkan program-program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, seperti peluncuran program belanja online dan diskon tiket pesawat.
Airlangga menekankan pentingnya investasi untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menarik minat investor asing, seperti dari Vietnam, karena memiliki pasar yang besar dan stabilitas politik yang baik di kawasan ASEAN. Dengan jumlah penduduk yang tinggi, Indonesia menjadi tempat yang menarik bagi investasi global, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Analisis Ahli
Sri Mulyani
Defisit saat ini masih dalam batas aman sesuai design APBN, dan strategi fiskal tetap fokus pada stabilitas ekonomi makro.Airlangga Hartarto
Optimisme pertumbuhan 8% didasari pada stabilitas politik dan ekonomi yang menjadi daya tarik bagi investor domestik dan global.


