AI summary
Kebijakan tarif agresif Trump mempengaruhi pasar keuangan dan harga emas. Laporan inflasi yang stagnan dapat mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar. Proyeksi harga emas menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan di masa depan. Harga emas mencapai rekor tertinggi baru, yaitu $2,989.98 per ons, karena kebijakan tarif agresif Presiden Donald Trump dan laporan inflasi yang lemah menimbulkan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS. Data menunjukkan inflasi grosir stagnan, yang mendukung kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar. Ketika biaya pinjaman lebih rendah, emas menjadi lebih menarik bagi investor karena tidak membayar bunga. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, dan banyak investor beralih ke obligasi sebagai aset yang lebih aman setelah pasar saham mengalami penurunan signifikan.Bank-bank semakin yakin bahwa kebijakan perdagangan Trump yang mengganggu, bersama dengan kekhawatiran lainnya, akan mendorong harga emas lebih tinggi. Beberapa bank, seperti Macquarie Group dan BNP Paribas, bahkan memprediksi harga emas bisa mencapai $3,500 per ons dalam waktu dekat. Sementara itu, harga perak dan logam lainnya seperti platinum dan paladium tetap stabil.
Kebijakan tarif yang agresif dari pemerintah AS memang memicu ketidakpastian ekonomi yang cukup besar, sehingga mendorong investor untuk berlindung ke emas. Dalam jangka panjang, kalau ketegangan dagang tidak mereda, harga emas berpotensi naik lebih tinggi sebagai indikator risiko pasar yang menanjak.