Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Harga Emas Naik Tajam karena Ketegangan Perang Dagang dan Risiko Resesi AS

Bisnis
Ekonomi Makro
macro-economics (1y ago) macro-economics (1y ago)
11 Mar 2025
146 dibaca
1 menit
Harga Emas Naik Tajam karena Ketegangan Perang Dagang dan Risiko Resesi AS

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian akibat kebijakan tarif Trump.
Ada kekhawatiran yang meningkat tentang kemungkinan resesi di AS.
Investor disarankan untuk melihat penurunan harga emas sebagai peluang untuk diversifikasi.
Harga emas naik dan kembali berada di atas Rp 48.43 juta ($2,900) per ons karena para trader mencari keamanan di emas. Kenaikan ini dipicu oleh pengumuman tarif terbaru dari Presiden Donald Trump yang meningkatkan tarif baja dan aluminium dari Kanada menjadi 50%. Hal ini menambah kekhawatiran bahwa perang dagang global dapat menyebabkan resesi di AS. Saham AS turun dan nilai dolar juga menurun, yang membantu mendorong harga emas naik hingga 1,2%. Beberapa laporan ekonomi yang kurang baik di AS juga menimbulkan kekhawatiran tentang stagflasi, di mana inflasi bisa naik sementara pertumbuhan ekonomi melambat. Para analis percaya bahwa jika resesi terjadi, Federal Reserve mungkin akan menurunkan suku bunga, yang biasanya menguntungkan bagi emas. Tahun ini, harga emas telah naik 11% karena ketidakpastian politik, pembelian oleh bank sentral, dan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut.

Analisis Ahli

Stephen Jury
Kemungkinan penurunan suku bunga dan dolar AS yang melemah akan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi harga emas untuk terus naik.
Lawrence Summers
Ada peluang hampir 50% AS akan mengalami resesi tahun ini akibat kebijakan yang menurunkan kepercayaan pasar.