Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pasar Saham AS Turun Drastis, S&P 500 Masuk Koreksi Lagi Tahun 2025

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
14 Mar 2025
249 dibaca
1 menit
Pasar Saham AS Turun Drastis, S&P 500 Masuk Koreksi Lagi Tahun 2025

AI summary

S&P 500 mengalami penurunan yang signifikan, menunjukkan kekhawatiran tentang perekonomian.
Saham Adobe jatuh setelah proyeksi yang mengecewakan, sementara Intel melihat lonjakan setelah pengumuman CEO baru.
Harga emas mencapai rekor tertinggi, mencerminkan ketidakpastian pasar dan minat investor terhadap aset aman.
Pada tanggal 13 Maret 2025, indeks S&P 500 turun 1,4%, memasuki fase koreksi untuk pertama kalinya sejak 2023. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran tentang kondisi ekonomi dan ketidakpastian politik. Saham Adobe mengalami penurunan terbesar, jatuh 14,4% setelah perusahaan tersebut memberikan proyeksi yang lebih rendah dari yang diharapkan. Di sisi lain, saham Intel melonjak 14,2% setelah mengumumkan CEO baru, Lip-Bu Tan, yang menarik perhatian pasar.Saham perusahaan lain seperti Live Nation dan Super Micro Computer juga mengalami penurunan. Namun, Dollar General melaporkan penjualan yang lebih baik dari perkiraan, sehingga sahamnya naik 6,1%. Selain itu, harga emas mencapai rekor tertinggi karena ketidakpastian pasar, yang membuat saham perusahaan tambang seperti Newmont naik 4,8%.

Experts Analysis

Mohamed El-Erian
Penurunan pasar ini memperlihatkan efek gabungan dari kekhawatiran makroekonomi dan pengaruh kebijakan fiskal yang belum jelas, yang bisa berlanjut hingga ada kepastian lebih besar.
Janet Yellen
Ketidakpastian politik dan ekonomi yang terjadi harus diikuti dengan kebijakan yang jelas dari otoritas terkait untuk memulihkan kepercayaan investor dan stabilitas pasar.
Editorial Note
Penurunan pasar kali ini menunjukkan betapa sensitifnya para investor terhadap tanda-tanda perlambatan ekonomi dan risiko hukum yang sedang berlangsung. Meskipun Intel menunjukkan penguatan yang kuat, sentimen negatif secara umum masih dominan, dan ini bisa menjadi sinyal waspada bagi pelaku pasar untuk bersiap menghadapi ketidakpastian lebih lanjut.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.