Pasar Saham AS Terkoreksi, Investor Was-was Hadapi Perlambatan Ekonomi dan Tarif
Bisnis
Ekonomi Makro
16 Mar 2025
139 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar saham mengalami penurunan signifikan akibat kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi.
Federal Reserve diharapkan untuk mempertahankan suku bunga dan memberikan proyeksi ekonomi yang hati-hati.
Laporan penjualan ritel bulan Februari akan menjadi indikator penting untuk arah pasar ke depan.
Pasar saham Amerika Serikat mengalami penurunan mendekati level terendah dalam enam bulan terakhir karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi yang melambat dan dampak tarif perdagangan. Indeks S&P 500 turun hampir 2,3%, sementara Dow Jones merosot lebih dari 1.300 poin. Para investor kini menunggu keputusan Federal Reserve mengenai suku bunga dan data penjualan ritel bulan Februari yang akan dirilis, yang diharapkan menunjukkan peningkatan setelah penurunan pada bulan Januari.
Beberapa perusahaan besar seperti Nike, FedEx, dan Micron akan melaporkan hasil kuartalan mereka, yang juga akan menjadi perhatian pasar. Meskipun ada kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi, beberapa analis percaya bahwa jika data ekonomi menunjukkan perbaikan, pasar saham bisa kembali naik. Namun, jika data menunjukkan penurunan lebih lanjut, pasar mungkin akan tertekan lebih dalam.
Analisis Ahli
Michael Gapen
Fed akan menunjukkan sikap sabar dengan optimisme terbatas karena ketidakpastian kebijakan yang tinggi.David Kostin
Risiko pasar terbesar adalah perburukan signifikan dalam outlook ekonomi sehingga menurunkan target indeks S&P 500.Scott Chronert
Pergerakan saham teknologi utama masih akan menentukan tren pasar dan sektor ini memiliki pemimpin pertumbuhan yang tak tergantikan.