Kebijakan Perdagangan Baru Bikin Saham AS Turun, Tapi Ada Peluang di Baliknya
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
12 Mar 2025
61 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pergerakan indeks saham dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan dan proyeksi perusahaan.
Saham maskapai penerbangan menunjukkan volatilitas terkait dengan permintaan perjalanan yang tidak pasti.
Inovasi produk dan strategi baru dapat mempengaruhi kinerja saham perusahaan secara signifikan.
Pada tanggal 11 Maret, indeks S&P 500 turun 0,8% karena investor mencerna perubahan terbaru dalam kebijakan perdagangan. Saham Teradyne, perusahaan yang memproduksi peralatan pengujian elektronik, anjlok 17,1% setelah memperingatkan bahwa tarif dan pembatasan perdagangan dapat menghambat pertumbuhan. Delta Air Lines juga mengurangi proyeksi penjualan dan keuntungan mereka, menyebabkan sahamnya turun 7,2%. Namun, saham Southwest Airlines naik 8,3% setelah mengumumkan rencana untuk menawarkan tiket ekonomi dasar dengan biaya tambahan untuk bagasi.
Saham Verizon Communications turun 6,7% karena persaingan yang meningkat dan harga tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan pelanggan. Di sisi lain, saham Super Micro Computer naik 10,7% setelah mendapat peringkat "beli" dari analis, berkat desain inovatifnya. CrowdStrike Holdings juga mengalami kenaikan 6,8% setelah mengumumkan kinerja kuartalan yang kuat, meskipun mereka memberikan proyeksi keuntungan yang lebih rendah dari yang diharapkan.
Analisis Ahli
Robert Shiller
Perubahan kebijakan perdagangan berdampak signifikan pada pasar saham dan kepercayaan bisnis, yang perlu diantisipasi dengan strategi jangka panjang dan diversifikasi risiko.