TLDR
AI tidak dapat menggantikan pengalaman manusia dalam penulisan. Karya yang dihasilkan oleh AI sering kali terasa tidak autentik dan tidak mendalam. Masalah etika terkait hak cipta menjadi perhatian utama dalam pengembangan AI untuk penulisan. Seorang penulis muda menghadiri lokakarya menulis di mana para peserta berusaha menunjukkan siapa yang paling "tertekan" di antara mereka. CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan bahwa mereka telah melatih AI yang bisa menulis kreatif. Namun, hasil tulisan AI tersebut terkesan seperti karya remaja yang berusaha terdengar dalam dan bermakna, tetapi sebenarnya tidak. Misalnya, AI menggambarkan hari Kamis sebagai "hari liminal yang terasa seperti hampir Jumat," yang tidak terlalu mengesankan.AI ini juga mencoba menjelaskan bagaimana ia tidak bisa merasakan atau memahami emosi seperti manusia. Meskipun AI dapat menghasilkan tulisan yang mirip dengan gaya penulis terkenal, banyak orang meragukan apakah tulisan tersebut bisa menyentuh hati pembaca. Beberapa penulis dan pengajar merasa bahwa AI hanya menghasilkan tulisan yang mirip dan tidak memiliki kedalaman emosional. Ini memberikan harapan bagi penulis muda bahwa mereka tetap bisa berkembang dan menjadi lebih baik melalui pengalaman dan latihan menulis.