AI summary
China menghadapi kekurangan pasokan rapeseed meal akibat tarif baru terhadap Kanada. Tarif ini mengejutkan industri dan dapat mempengaruhi pengolah pakan ternak di China. Alternatif pasokan dari negara lain terbatas dan tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan China. China diperkirakan akan menghadapi kekurangan pasokan tepung biji rapeseed pada kuartal ketiga tahun ini akibat tarif yang dikenakan Beijing terhadap impor dari Kanada, yang merupakan penghasil utama. Tarif 100% yang diumumkan pada 20 Maret ini mengejutkan banyak pihak, karena sebelumnya mereka mengharapkan tarif lebih tinggi pada biji minyaknya. Saat ini, China memiliki pasokan yang cukup setelah impor besar-besaran pada kuartal terakhir tahun lalu, tetapi para pedagang memperingatkan bahwa kekurangan akan terjadi ketika stok mulai menipis.Meskipun China dapat mengimpor tepung biji rapeseed dari beberapa negara lain seperti Rusia, India, dan Australia, pasokan dari negara-negara tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan China. Sebagian besar produsen pakan ternak di China biasanya menggunakan tepung kedelai sebagai sumber protein utama, tetapi beberapa industri, seperti akuakultur, lebih memilih tepung biji rapeseed. Untuk mengatasi kekurangan ini, China berencana meningkatkan penanaman biji rapeseed tahun ini.
Kebijakan tarif balasan Beijing memang dimaksudkan untuk menekan Kanada, namun konsekuensinya adalah gangguan besar pada rantai pasok protein hewani di China yang dapat mengakibatkan kenaikan harga pakan ternak. Dalam jangka pendek, pergeseran ke produk domestik dan soymeal bisa menahan dampak, namun ketergantungan yang kuat pada Kanada menunjukkan perlunya diversifikasi sumber impor lebih serius ke depan.