Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of Japan Waspada, Kebijakan Moneter Tertekan Ketegangan Perdagangan Global

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
28 Feb 2025
16 dibaca
1 menit
Bank of Japan Waspada, Kebijakan Moneter Tertekan Ketegangan Perdagangan Global

AI summary

Kazuo Ueda menyoroti ketidakpastian dalam kebijakan ekonomi global yang dapat mempengaruhi Jepang.
Bank of Japan mempertimbangkan intervensi di pasar obligasi untuk mengatasi kenaikan imbal hasil.
Pertemuan G-20 tidak menghasilkan komunike resmi karena ketidakhadiran beberapa pejabat kunci.
Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyampaikan kekhawatiran tentang ketidakpastian ekonomi global saat pertemuan para pembuat kebijakan ekonomi dari negara-negara besar di Cape Town. Ia menyoroti dampak dari kebijakan tarif yang akan diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, Meksiko, dan China, yang dapat mempengaruhi ekonomi dan inflasi Jepang. Ueda juga menyatakan bahwa Bank of Japan akan memantau situasi ini sebelum mengambil keputusan mengenai kebijakan moneter.Selain itu, Ueda menegaskan bahwa mereka siap untuk campur tangan di pasar obligasi jika terjadi lonjakan cepat dalam imbal hasil obligasi. Meskipun ada kenaikan imbal hasil yang signifikan, ia tidak melihat masalah besar dengan pergerakan tersebut, karena suku bunga dapat berfluktuasi sesuai dengan pandangan investor tentang ekonomi. Sementara itu, yen Jepang diperdagangkan sekitar 149,88 per dolar, dan otoritas Jepang telah berjuang dengan nilai yen yang lemah dalam beberapa tahun terakhir.

Experts Analysis

Paul Krugman
Ketidakpastian perdagangan dapat menimbulkan tekanan deflasi dan memperlambat ekonomi global, yang menuntut respons dari bank sentral seperti BOJ untuk menyesuaikan kebijakan dengan hati-hati.
Haruhiko Kuroda
Intervensi di pasar obligasi merupakan alat penting untuk menjaga stabilitas keuangan, namun harus dipadukan dengan strategi jangka panjang untuk mendorong inflasi yang sehat.
Editorial Note
Ketegangan perdagangan global jelas menambah tekanan besar pada kebijakan moneter Bank of Japan, membuat mereka harus berhati-hati agar tidak merusak pemulihan ekonomi domestik. Intervensi pasar obligasi merupakan sinyal penting bahwa BOJ siap menjaga stabilitas, namun ketergantungan pada alat tersebut mungkin menunjukkan keterbatasan kebijakan moneter konvensional di tengah kondisi global yang berubah cepat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.