Dolar Melemah, Pasar Bingung Hadapi Kebijakan Perdagangan Trump dan Data Ekonomi AS
Bisnis
Ekonomi Makro
12 Mar 2025
183 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan perdagangan yang tidak terduga dapat menyebabkan volatilitas di pasar keuangan.
Laporan inflasi dapat mempengaruhi persepsi pasar tentang pertumbuhan ekonomi dan resesi.
Konflik geopolitik seperti perang Ukraina dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang secara signifikan.
Dolar AS berada di dekat level terendah dalam lima bulan terhadap mata uang utama lainnya, karena kekhawatiran tentang ekonomi AS terus berlanjut di tengah kebijakan perdagangan yang tidak terduga dari Presiden Donald Trump. Euro mendekati puncak lima bulan karena ada harapan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dolar Kanada mengalami fluktuasi setelah Trump berjanji untuk menggandakan tarif pada baja dan aluminium, tetapi kemudian membalikkan keputusannya. Bank of Canada akan mengumumkan kebijakan suku bunga, dan banyak yang memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 0,25%.
Data ekonomi AS yang lebih lemah membuat investor khawatir, terutama menjelang laporan indeks harga konsumen (CPI) yang dapat memicu volatilitas di pasar. Jika CPI lebih tinggi dari yang diharapkan, itu bisa memperkuat kekhawatiran tentang stagflasi, sementara jika lebih rendah, bisa menambah ketakutan akan resesi. Sementara itu, euro sedikit melemah tetapi tetap dekat dengan puncaknya, dan poundsterling juga mengalami penurunan setelah sebelumnya menguat. Bitcoin stabil setelah mengalami penurunan sebelumnya.
Analisis Ahli
Kyle Rodda
Ketidakpastian perdagangan menyebabkan volatilitas pasar yang berlanjut dan prospek pertumbuhan ekonomi AS yang memburuk semakin menarik perhatian pada data CPI.Julien Lafargue
Laporan CPI bisa memicu keadaan yang sulit bagi pasar karena pembacaan yang lebih tinggi memperkuat narasi stagflasi, sementara pembacaan yang lebih rendah memperkuat ketakutan resesi.