Dolar Menguat di Tengah Ketegangan Dagang AS-Uni Eropa dan Kekhawatiran Ekonomi
Bisnis
Ekonomi Makro
14 Mar 2025
143 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa semakin meningkat, mempengaruhi pasar global.
Dolar AS menguat sementara euro melemah akibat ketidakpastian ekonomi.
Investor beralih ke aset aman seperti obligasi AS di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.
Dolar AS menguat pada hari Jumat, sementara euro semakin menjauh dari puncak lima bulan yang dicapainya sebelumnya. Ketegangan perdagangan global meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada impor alkohol dari Eropa, sebagai balasan atas rencana Uni Eropa untuk mengenakan tarif pada produk-produk AS. Ketidakpastian ini membuat pasar saham, seperti S&P 500, mengalami penurunan yang signifikan, dan banyak investor beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi AS.
Sementara itu, euro turun menjadi Rp 18.11 ribu ($1.0847) , dan pound Inggris berada di sekitar Rp 21.62 miliar ($1.2945 m) enjelang rilis data produk domestik bruto. Yen Jepang juga mengalami fluktuasi, dengan dolar diperdagangkan pada 148.32 yen. Para pelaku pasar menunggu hasil negosiasi upah di Jepang yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank of Japan. Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap mata uang lainnya, naik 0.1% menjadi 103.95.
Analisis Ahli
Tony Sycamore
Pasar masih belum menemukan katalis yang bisa mengubah sentimen risiko sehingga volatilitas kemungkinan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.