Woodside LNG Tunda Keputusan Investasi Proyek Louisiana Karena Negosiasi Mitra
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
11 Mar 2025
63 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Woodside LNG berencana untuk membangun pabrik LNG di Louisiana dan mencari mitra untuk menjual sebagian proyek.
Perusahaan menawarkan kontrak LNG yang lebih fleksibel untuk menarik pelanggan baru.
Tantangan pengembangan proyek gas di Trinidad menunjukkan kompleksitas dalam industri energi.
Woodside LNG dari Australia mungkin akan menunda keputusan investasi akhir untuk pabrik LNG di Louisiana hingga kuartal kedua tahun 2025. CEO Woodside, Meg O'Neill, mengatakan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan untuk menjual hingga 50% proyek tersebut kepada beberapa calon pembeli, termasuk Tokyo Gas dan JERA dari Jepang. Meskipun mereka berharap bisa siap pada kuartal pertama, O'Neill menyatakan pentingnya memiliki mitra yang tepat sebelum membuat keputusan.
Proyek ini memiliki izin lengkap dan kontrak konstruksi dengan Bechtel, dengan biaya pembangunan fase pertama diperkirakan sekitar Rp 267.20 triliun ($16 miliar) . Woodside berencana untuk mempertahankan 8 juta ton LNG per tahun untuk perdagangan, dan menawarkan kontrak yang lebih pendek dengan harga lebih tinggi dibandingkan kontrak jangka panjang yang biasa digunakan di industri. Selain itu, Woodside tidak berencana untuk berinvestasi dalam produksi gas untuk pabrik LNG tersebut, karena mereka bisa membeli gas dari berbagai produsen.
Analisis Ahli
Daniel Yergin
Woodside's approach to flexible LNG contracts reflects an important evolution in energy markets where shorter-term deals offer agility amid global demand uncertainties.Fatih Birol
Challenges in fiscal terms in regions like Trinidad highlight the complexities of balancing resource development with sovereign interests, impacting project timelines.