Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Woodside Hadapi Dampak Tarif AS dalam Proyek Gas Alam Cair Besar di Louisiana

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (11mo ago) investment-and-capital-markets (11mo ago)
23 Apr 2025
121 dibaca
1 menit
Woodside Hadapi Dampak Tarif AS dalam Proyek Gas Alam Cair Besar di Louisiana

Rangkuman 15 Detik

Woodside Energy berusaha untuk menjadi kekuatan global dalam industri LNG melalui proyek Louisiana.
Tarif perdagangan AS dapat mempengaruhi biaya dan pengembangan proyek LNG di Louisiana.
Perusahaan menunjukkan minat yang kuat dari mitra strategis dan kemajuan menuju keputusan investasi akhir.
Woodside Energy, produsen gas terbesar di Australia, sedang menilai dampak tarif AS dan langkah-langkah perdagangan lainnya pada proyek LNG di Louisiana. Proyek ini diakuisisi dari Tellurian seharga Rp 20.04 triliun ($1,2 miliar) tahun lalu untuk memperkuat posisi Woodside sebagai 'raksasa LNG global'. Fase pertama dari empat fase pengembangan diperkirakan menelan biaya Rp 267.20 triliun ($16 miliar) . CEO Woodside, Meg O'Neill, menyatakan bahwa sekitar setengah dari peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk proyek ini harus diimpor. Untuk meningkatkan ekonomi proyek, Woodside menjual 40% kepentingan di terminal ekspor LNG Louisiana kepada Stonepeak dan menandatangani perjanjian offtake pertama dengan Uniper dari Jerman untuk 1 juta ton per tahun. Woodside melaporkan pendapatan sebesar Rp 55.44 triliun ($3,32 miliar) untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, mengalahkan perkiraan konsensus sebesar Rp 46.59 triliun ($2,79 miliar) . Namun, pendapatan kuartalan turun 5% karena penurunan harga terkait minyak, dampak siklon di proyek North West Shelf, dan gangguan tak terencana di proyek Pluto LNG. Saham perusahaan naik hingga 3,9% setelah laporan ini.

Analisis Ahli

Tim Waterer
Tarif dan tekanan perdagangan dapat menekan harga energi dan memperumit kondisi ekonomi untuk proyek LNG ini, mempengaruhi performa Woodside dalam jangka panjang.