AI summary
Woodside Energy berusaha untuk menjadi kekuatan global dalam industri LNG melalui proyek Louisiana. Tarif perdagangan AS dapat mempengaruhi biaya dan pengembangan proyek LNG di Louisiana. Perusahaan menunjukkan minat yang kuat dari mitra strategis dan kemajuan menuju keputusan investasi akhir. Woodside Energy, produsen gas terbesar di Australia, sedang menilai dampak tarif AS dan langkah-langkah perdagangan lainnya pada proyek LNG di Louisiana. Proyek ini diakuisisi dari Tellurian seharga $1,2 miliar tahun lalu untuk memperkuat posisi Woodside sebagai 'raksasa LNG global'. Fase pertama dari empat fase pengembangan diperkirakan menelan biaya $16 miliar.CEO Woodside, Meg O'Neill, menyatakan bahwa sekitar setengah dari peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk proyek ini harus diimpor. Untuk meningkatkan ekonomi proyek, Woodside menjual 40% kepentingan di terminal ekspor LNG Louisiana kepada Stonepeak dan menandatangani perjanjian offtake pertama dengan Uniper dari Jerman untuk 1 juta ton per tahun.Woodside melaporkan pendapatan sebesar $3,32 miliar untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, mengalahkan perkiraan konsensus sebesar $2,79 miliar. Namun, pendapatan kuartalan turun 5% karena penurunan harga terkait minyak, dampak siklon di proyek North West Shelf, dan gangguan tak terencana di proyek Pluto LNG. Saham perusahaan naik hingga 3,9% setelah laporan ini.
Woodside tampaknya cukup adaptif dengan melakukan divestasi saham dan menjalin kemitraan strategis untuk mendanai proyek besar mereka, yang menunjukkan kemampuan manajemen risiko yang baik di tengah ketidakpastian global. Namun, ketergantungan pada impor dari AS dan ketegangan perdagangan bisa menjadi batu sandungan serius yang memerlukan strategi mitigasi lebih agresif ke depan.