Penurunan Pasar Saham Besar Terancam Guncang Ekonomi Amerika
Bisnis
Ekonomi Makro
08 Mar 2025
11 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kerugian di pasar saham dapat memiliki dampak signifikan pada pengeluaran konsumen.
Ketidakpastian ekonomi dan tarif dapat menyebabkan volatilitas di pasar keuangan.
Meskipun ada penurunan, beberapa ekonom masih optimis tentang pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Minggu ini, para trader di Wall Street mengalami kerugian besar di berbagai aset, yang merupakan yang terburuk sejak Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga pada tahun 2023. Penyebabnya termasuk tarif yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan potensi kebangkitan ekonomi Eropa. Ketika pasar saham turun, banyak orang yang memiliki aset merasa khawatir dan cenderung mengurangi pengeluaran mereka, yang dapat mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Ekonom memperkirakan bahwa setiap penurunan kekayaan bersih sebesar Rp 16.70 ribu ($1) dapat mengurangi pengeluaran konsumen sebesar dua sen.
Meskipun pasar saham mengalami penurunan, beberapa ekonom masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut. Mereka percaya bahwa penurunan yang terjadi saat ini belum cukup untuk menyebabkan resesi, asalkan pasar saham tidak jatuh lebih dari 20%. Namun, jika pasar terus turun, hal ini bisa membuat konsumen dan bisnis mengurangi pengeluaran mereka, yang dapat berdampak negatif pada ekonomi.
Analisis Ahli
Doug Ramsey
Koreksi pasar saham yang lebih dari 12-15% bisa menggagalkan kelanjutan ekspansi ekonomi yang sedang berjalan.Mark Zandi
Setiap penurunan satu dolar dalam kekayaan bersih konsumen bisa menyebabkan penurunan konsumsi sebesar dua sen, yang berarti pasar saham punya dampak signifikan terhadap ekonomi.Jerome Powell
Federal Reserve tidak perlu terburu-buru mengubah kebijakan meskipun ketidakpastian ekonomi meningkat.Ed Yardeni
Penurunan saham sebesar 20% atau lebih biasanya menandai awal resesi, tetapi saat ini resesi masih tidak mungkin terjadi.