China Tegaskan Posisi Stabil di Tengah Ketegangan Perang Dagang dan Geopolitik
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Mar 2025
152 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
China berusaha untuk tampil sebagai kekuatan stabil di tengah ketegangan global.
Kebijakan tarif yang diterapkan oleh Trump telah memperburuk hubungan AS-China.
Hubungan China dengan Rusia tetap kuat meskipun ada perubahan dalam dinamika geopolitik.
Diplomat utama China, Wang Yi, menyatakan bahwa negara tersebut berperan sebagai kekuatan stabilitas di tengah ketegangan global yang meningkat, terutama akibat kebijakan tarif Donald Trump yang baru-baru ini menaikkan tarif impor dari China menjadi 20%. Wang menegaskan bahwa China akan terus mendukung hubungan dengan Rusia dan berkomitmen untuk menjaga perdamaian serta keadilan global, meskipun ada tekanan dari kebijakan "America First" yang diterapkan oleh Trump.
Wang juga mengingatkan bahwa negara besar seharusnya tidak mengutamakan kepentingan sendiri di atas prinsip-prinsip yang lebih besar atau menindas negara yang lebih lemah. Meskipun ekonomi China sedang menghadapi tantangan, termasuk permintaan yang lemah dan penurunan sektor perumahan, mereka tetap membuka peluang untuk berdialog dengan Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Henry Kissinger
Pendekatan diplomasi yang hati-hati seperti yang diambil China penting untuk menyeimbangkan kekuatan besar agar tidak terjadi konflik terbuka yang merusak stabilitas global.