TLDR
Tiongkok berusaha untuk dipandang sebagai kekuatan stabil di tengah ketegangan global. Kebijakan tarif Donald Trump telah memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hubungan Tiongkok dengan Rusia tetap kuat meskipun ada perubahan dalam dinamika geopolitik. Diplomat utama China, Wang Yi, menyatakan bahwa negara tersebut berperan sebagai kekuatan stabilitas di tengah ketegangan global yang meningkat akibat kebijakan tarif Donald Trump. Dalam konferensi pers di Beijing, Wang menegaskan bahwa China akan mempertahankan hubungan baik dengan Rusia dan berkomitmen untuk menjaga keadilan global serta perdamaian dunia. Dia juga mengkritik kebijakan "America First" Trump yang dianggap mengutamakan kepentingan sendiri dan menindas negara yang lebih lemah.Sementara itu, ketegangan antara AS dan China semakin meningkat setelah Trump menggandakan tarif pada barang-barang China menjadi 20%, yang berdampak pada sekitar $1,5 triliun impor tahunan. Meskipun China merespons dengan tindakan yang terarah, mereka tetap membuka peluang untuk berdialog, meskipun ada rasa frustrasi yang mulai muncul. Wang menekankan bahwa persahabatan antara China dan Rusia tidak akan terpengaruh oleh perubahan situasi geopolitik.