China Tegaskan Peran Stabil di Tengah Konflik Tarif dan Politik Dunia Trump
Bisnis
Ekonomi Makro
07 Mar 2025
167 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tiongkok berusaha untuk dipandang sebagai kekuatan stabil di tengah ketegangan global.
Kebijakan tarif Donald Trump telah memperburuk hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Hubungan Tiongkok dengan Rusia tetap kuat meskipun ada perubahan dalam dinamika geopolitik.
Diplomat utama China, Wang Yi, menyatakan bahwa negara tersebut berperan sebagai kekuatan stabilitas di tengah ketegangan global yang meningkat akibat kebijakan tarif Donald Trump. Dalam konferensi pers di Beijing, Wang menegaskan bahwa China akan mempertahankan hubungan baik dengan Rusia dan berkomitmen untuk menjaga keadilan global serta perdamaian dunia. Dia juga mengkritik kebijakan "America First" Trump yang dianggap mengutamakan kepentingan sendiri dan menindas negara yang lebih lemah.
Sementara itu, ketegangan antara AS dan China semakin meningkat setelah Trump menggandakan tarif pada barang-barang China menjadi 20%, yang berdampak pada sekitar Rp 25.05 quadriliun ($1,5 triliun) impor tahunan. Meskipun China merespons dengan tindakan yang terarah, mereka tetap membuka peluang untuk berdialog, meskipun ada rasa frustrasi yang mulai muncul. Wang menekankan bahwa persahabatan antara China dan Rusia tidak akan terpengaruh oleh perubahan situasi geopolitik.
Analisis Ahli
Henry Kissinger
Mendorong dialog strategis antara China dan Amerika Serikat sangat penting untuk menghindari konfrontasi yang merusak kedua belah pihak dan menciptakan stabilitas dunia.Fareed Zakaria
Trump mengubah aturan permainan global dengan kebijakannya, dan respons China mencerminkan upaya mereka untuk mempertahankan posisi dan pengaruh di tengah ketidakpastian.