Ketidakpastian Tarif dan Data Pekerjaan AS Picu Tekanan di Pasar Saham Global
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Mar 2025
66 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Sentimen risiko di pasar saham dipengaruhi oleh ketidakpastian terkait tarif perdagangan.
Data pekerjaan yang akan datang dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve.
Pergerakan pasar saham menunjukkan dampak langsung dari kebijakan perdagangan yang diambil oleh pemerintah.
Pasar saham Asia diperkirakan akan mengalami penurunan pada hari Jumat setelah Wall Street mengalami penurunan akibat berita tentang tarif yang tidak menentu. Indeks saham di Australia, Jepang, dan Hong Kong semuanya turun, dengan kontrak untuk Nikkei 225 turun lebih dari 2%. Di AS, S&P 500 dan Nasdaq 100 juga mengalami penurunan yang signifikan, dan pasar saham tampak tidak stabil setelah Presiden Donald Trump menunda tarif untuk barang-barang dari Meksiko dan Kanada. Hal ini menunjukkan bahwa para investor merasa cemas tentang situasi perdagangan global.
Data penting tentang pekerjaan di AS akan dirilis pada hari Jumat, yang dapat memberikan petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga di masa depan. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga akan berbicara tentang kebijakan moneter. Sementara itu, harga minyak sedikit naik setelah mengalami penurunan selama empat hari berturut-turut, dan Bitcoin diperdagangkan di atas Rp 1.49 miliar ($89,000) . Para analis memperingatkan bahwa ketidakpastian tentang tarif dapat terus mempengaruhi pasar keuangan.
Analisis Ahli
Chris Larkin
Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif akan terus mendominasi pasar dan menciptakan volatilitas hingga ada kejelasan lebih lanjut.Christopher Waller
Suku bunga tidak akan turun dalam waktu dekat, namun akan ada kemungkinan penurunan suku bunga dua sampai tiga kali sepanjang tahun jika inflasi mulai terkendali.