AI summary
Pernyataan Jerome Powell memberikan kepercayaan kepada pasar saham. China menghadapi tekanan deflasi yang signifikan, mempengaruhi kebijakan ekonomi. Volatilitas pasar meningkat, menunjukkan ketidakpastian di kalangan investor. Pasar saham di Asia diperkirakan akan naik setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menenangkan kekhawatiran pasar dengan mengatakan bahwa ekonomi AS baik-baik saja dan tidak perlu terburu-buru dalam mengubah kebijakan moneter. Meskipun ada beberapa berita tentang ekonomi dan tarif yang membuat pasar bergejolak, Powell menyatakan bahwa inflasi yang meningkat mungkin bersifat sementara. Sementara itu, laporan pekerjaan di AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diharapkan, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,1%.Di China, inflasi konsumen turun lebih dari yang diperkirakan, bahkan menjadi negatif untuk pertama kalinya dalam 13 bulan, yang menunjukkan adanya tekanan deflasi. China juga mengumumkan akan mengenakan tarif balasan pada beberapa produk dari Kanada. Meskipun pasar saham AS mengalami rebound, indeks S&P 500 mencatatkan minggu terburuknya sejak September, dengan saham teknologi besar mengalami penurunan signifikan. Para investor diharapkan untuk tetap waspada dan terdiversifikasi dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Pernyataan Powell memberikan ketenangan sementara, namun volatilitas tinggi menunjukkan pasar masih ragu dengan arah ekonomi jangka menengah. Investor harus tetap waspada dan mempersiapkan portofolio yang lebih terdiversifikasi untuk menghadapi gejolak yang mungkin berlangsung lama.