Pasar Saham Asia Menguat Setelah Kepala Fed Tenangkan Kekhawatiran Ekonomi AS
Bisnis
Ekonomi Makro
10 Mar 2025
47 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pernyataan Jerome Powell memberikan kepercayaan kepada pasar saham dan mengurangi kekhawatiran tentang kebijakan moneter.
Inflasi di China menunjukkan tanda-tanda deflasi, yang dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi di negara tersebut.
Volatilitas pasar meningkat, menunjukkan ketidakpastian yang tinggi di kalangan investor.
Pasar saham di Asia diperkirakan akan naik setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menenangkan kekhawatiran pasar dengan mengatakan bahwa ekonomi AS baik-baik saja dan tidak perlu terburu-buru dalam mengubah kebijakan moneter. Meskipun ada beberapa berita tentang ekonomi dan tarif yang membuat pasar bergejolak, Powell menyatakan bahwa inflasi yang meningkat mungkin hanya bersifat sementara. Sementara itu, laporan pekerjaan di AS menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diharapkan, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 4,1%.
Di China, inflasi konsumen turun di bawah nol untuk pertama kalinya dalam 13 bulan, menunjukkan adanya tekanan deflasi. China juga mengumumkan akan mengenakan tarif balasan pada beberapa produk dari Kanada, yang menambah ketegangan dalam perdagangan. Meskipun pasar saham AS mengalami penurunan, ada harapan bahwa stimulus pemerintah dapat meningkatkan permintaan domestik di China. Para investor diharapkan untuk tetap waspada dan terdiversifikasi dalam menghadapi ketidakpastian pasar.
Analisis Ahli
Adam Crisafulli
Powell tampak tenang mengenai pertumbuhan ekonomi dan kemajuan inflasi, sehingga pernyataannya memberikan efek positif bagi pasar.Glen Smith
Laporan tenaga kerja yang lebih lemah menunjukkan bisnis berhenti melakukan perekrutan sambil menunggu kepastian lebih mengenai tarif dan kondisi ekonomi.