Saham Tesla Jatuh 6% Karena Gangguan Produksi dan Kontroversi Elon Musk
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Mar 2025
73 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tesla menghadapi tantangan dalam pengiriman dan produksi yang dapat mempengaruhi kinerja sahamnya.
Keterlibatan Elon Musk dalam politik dapat berdampak negatif pada persepsi publik dan permintaan untuk produk Tesla.
Penurunan target harga oleh analis menunjukkan kekhawatiran yang lebih luas tentang masa depan Tesla di pasar global.
Saham Tesla (TSLA) turun hampir 6% pada hari Kamis setelah sebuah firma investasi mengurangi target harga sahamnya dari Rp 7.35 triliun ($440 m) enjadi Rp 6.18 juta ($370) . Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran bahwa ekspektasi Wall Street untuk pengiriman mobil Tesla di kuartal pertama terlalu tinggi. Analis dari Baird menyebutkan adanya gangguan produksi terkait model baru Model Y dan dampak negatif dari keterlibatan Elon Musk dalam politik yang dapat mempengaruhi permintaan mobil listrik.
Selain itu, Bank of America juga menurunkan target harga saham Tesla dari Rp 8.18 triliun ($490 m) enjadi Rp 6.35 juta ($380) , dengan alasan bahwa sentimen terhadap merek Tesla mungkin memburuk dan penjualan di Eropa yang lemah. Bulan Februari menjadi bulan terburuk kedua bagi saham Tesla, dan laporan menunjukkan bahwa pengiriman mobil Tesla dari China telah menurun drastis. Meskipun pemilihan Presiden AS Donald Trump awalnya dianggap menguntungkan bagi Tesla, keterlibatan Musk dalam politik kini menambah ketidakpastian bagi perusahaan.
Analisis Ahli
Laura Bratton
Penurunan target harga oleh beberapa firma investasi mencerminkan risiko nyata dalam pengiriman dan permintaan Tesla yang harus diwaspadai para investor dalam jangka pendek.