Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Dan Kesuksesan Pameran Seni AI Pertama Christie’s

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
07 Mar 2025
1221 dibaca
1 menit
Kontroversi Dan Kesuksesan Pameran Seni AI Pertama Christie’s

TLDR

Pameran 'Augmented Intelligence' oleh Christie's berhasil meskipun ada penolakan dari seniman.
Karya seni yang dihasilkan oleh AI dapat mencapai harga tinggi di pasar seni.
Ada ketegangan antara seniman tradisional dan penggunaan teknologi AI dalam menciptakan seni.
Sekitar 6.500 seniman menandatangani surat terbuka yang meminta rumah lelang seni Christie’s untuk membatalkan pameran pertama yang khusus menampilkan karya seni yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI). Meskipun ada penolakan dari banyak seniman, pameran yang berjudul "Augmented Intelligence" tetap berlangsung dan berhasil menarik perhatian, menghasilkan lebih dari $700.000. Karya termahal dalam pameran tersebut adalah "Machine Hallucinations — ISS Dreams — A" karya Refik Anadol, yang terjual seharga $277.200.Nicole Sales Giles, wakil presiden Christie’s, mengatakan bahwa kesuksesan pameran ini menunjukkan bahwa kolektor seni menghargai "suara kreatif yang mendorong batasan seni." Namun, banyak seniman merasa sebaliknya. Mereka mengklaim bahwa Christie’s menampilkan karya yang dibuat dengan model AI yang dilatih menggunakan karya berhak cipta tanpa izin, yang dianggap mengeksploitasi seniman manusia dengan menggunakan karya mereka tanpa izin untuk membuat produk yang bersaing.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.