Pasar Saham Asia Menguat Setelah Penundaan Tarif Otomotif AS dan Langkah Fiskal Jerman
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
59 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar saham Asia diperkirakan akan naik setelah penundaan tarif oleh Trump.
Reformasi fiskal di Jerman dapat mempengaruhi pasar obligasi secara signifikan.
China tetap berkomitmen untuk mencapai target pertumbuhan meskipun ada tantangan dari perang dagang.
Pasar saham Asia diperkirakan akan naik setelah Wall Street mengalami kenaikan, dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda tarif baru pada mobil dari Meksiko dan Kanada. Indeks saham di Jepang, Australia, dan Hong Kong semuanya menunjukkan kenaikan. Di AS, indeks S&P 500 naik 1,1%, sementara indeks teknologi Nasdaq 100 naik 1,4%. Selain itu, nilai dolar AS turun 1% terhadap mata uang utama lainnya, dan yen Jepang menguat sekitar 0,6%.
Di Eropa, obligasi Jerman mengalami penurunan tajam setelah pemerintah mengumumkan rencana pengeluaran besar untuk pertahanan dan infrastruktur. Yields obligasi Jerman naik 30 basis poin, yang merupakan lonjakan terbesar sejak 1990. Sementara itu, di Asia, beberapa data ekonomi penting akan dirilis, termasuk tingkat pengangguran di Filipina dan inflasi di Vietnam. Para trader juga memperkirakan pergerakan pasar yang signifikan menjelang laporan pekerjaan AS yang akan datang.
Analisis Ahli
Nouriel Roubini
Kebijakan fiskal ekspansif Jerman mungkin memicu tekanan inflasi lebih tinggi di Eropa, sementara negosiasi tarif yang tertunda menunjukkan ketidakpastian perdagangan yang tetap membayangi pasar global.Janet Yellen
Penundaan tarif memberikan waktu untuk mengurangi tekanan pada rantai pasok global, tetapi kebijakan moneter dan fiskal yang hati-hati tetap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.