AS Dakwa Peretas Cina dan Berikan Sanksi atas Kampanye Spionase Siber
Teknologi
Keamanan Siber
06 Mar 2025
4 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
AS menuduh sejumlah peretas Tiongkok terlibat dalam kampanye spionase global.
Perusahaan Anxun Information Technology dianggap sebagai pemain kunci dalam ekosistem peretasan Tiongkok.
Sanksi dikenakan terhadap perusahaan dan individu yang terlibat dalam pencurian data sensitif dari infrastruktur kritis AS.
Pada tanggal 5 Maret 2023, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan dakwaan terhadap sejumlah peretas asal China yang diduga terlibat dalam pencurian data selama bertahun-tahun. Sepuluh orang dituduh bekerja sama untuk mencuri informasi dari berbagai target, termasuk lembaga pemerintah AS dan kementerian luar negeri beberapa negara. Delapan dari mereka bekerja untuk perusahaan teknologi China bernama Anxun Information Technology, atau i-Soon, yang disebut sebagai pemain kunci dalam ekosistem peretasan di China. Mereka juga menargetkan organisasi keagamaan di AS dan menjual akses ke email yang berhasil mereka hack.
Selain itu, AS juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan teknologi asal Shanghai dan pemiliknya karena diduga mencuri dan menjual data dari jaringan infrastruktur kritis AS. Pemerintah China menanggapi dengan menolak sanksi tersebut dan menyatakan akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan serta warganya.
Analisis Ahli
Chris Painter
Tindakan AS menandai peningkatan nyata dalam respons terhadap ancaman siber negara-negara lain, dan menunjukkan bahwa dunia tidak akan mentolerir pencurian data besar-besaran tanpa konsekuensi.Nicole Perlroth
Pengungkapan ini adalah contoh nyata dari bagaimana spionase siber yang dibiayai negara bisa menjangkau berbagai sektor, dari pemerintah hingga organisasi sipil, sehingga memperjelas kebutuhan akan pertahanan siber yang lebih kuat.


