Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Peringatan Ancaman Malware China Memata-matai Aktivis di Taiwan dan Tibet

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (11mo ago) cyber-security (11mo ago)
09 Apr 2025
75 dibaca
1 menit
Peringatan Ancaman Malware China Memata-matai Aktivis di Taiwan dan Tibet

Rangkuman 15 Detik

Tiongkok menggunakan aplikasi berbahaya untuk memantau aktivis dan kelompok yang dianggap berlawanan.
Peringatan ini dikeluarkan oleh badan intelijen dari beberapa negara Barat untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman siber.
Dua paket malware yang digunakan dapat mengakses informasi sensitif dan perangkat pengguna secara jarak jauh.
Pada tanggal 8 April 2023, badan intelijen Barat mengeluarkan peringatan tentang ancaman yang semakin meningkat dari layanan keamanan Beijing yang menggunakan aplikasi ponsel berbahaya untuk memantau aktivis pro-kemerdekaan Taiwan, pembela hak asasi manusia Tibet, dan kelompok lain yang dianggap menentang pemerintah China. Peringatan ini ditandatangani oleh lembaga keamanan siber dari Inggris, AS, Kanada, Selandia Baru, Australia, dan Jerman. Mereka mengungkapkan bahwa orang-orang yang berisiko termasuk aktivis yang mendukung kemerdekaan Taiwan, hak-hak minoritas Uyghur, dan gerakan Falun Gong. Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di sekitar Taiwan, termasuk latihan militer China di sekitar pulau tersebut. Sebuah perusahaan kontraktor yang berbasis di Chengdu, Sichuan Dianke Network Security Technology Co., Ltd., diduga terlibat dalam penyebaran malware yang dapat mencuri informasi sensitif dari perangkat seluler dan memberikan akses jarak jauh ke kamera dan mikrofon perangkat. Pihak berwenang China membantah tuduhan ini dan meminta agar semua pihak bersikap profesional dalam menanggapi insiden siber.

Analisis Ahli

A.J. Vicens
Melaporkan dengan detail bagaimana malware tersebar dan dampaknya terhadap hak asasi manusia serta keamanan digital kelompok yang menjadi target.
Liu Pengyu
Menyatakan penolakan China terhadap tuduhan tanpa bukti, menyoroti kompleksitas pelacakan serangan siber.