AI summary
Tiongkok menggunakan aplikasi berbahaya untuk memantau aktivis dan kelompok yang dianggap berlawanan. Peringatan ini dikeluarkan oleh badan intelijen dari beberapa negara Barat untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman siber. Dua paket malware yang digunakan dapat mengakses informasi sensitif dan perangkat pengguna secara jarak jauh. Pada tanggal 8 April 2023, badan intelijen Barat mengeluarkan peringatan tentang ancaman yang semakin meningkat dari layanan keamanan Beijing yang menggunakan aplikasi ponsel berbahaya untuk memantau aktivis pro-kemerdekaan Taiwan, pembela hak asasi manusia Tibet, dan kelompok lain yang dianggap menentang pemerintah China. Peringatan ini ditandatangani oleh lembaga keamanan siber dari Inggris, AS, Kanada, Selandia Baru, Australia, dan Jerman. Mereka mengungkapkan bahwa orang-orang yang berisiko termasuk aktivis yang mendukung kemerdekaan Taiwan, hak-hak minoritas Uyghur, dan gerakan Falun Gong.Peringatan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di sekitar Taiwan, termasuk latihan militer China di sekitar pulau tersebut. Sebuah perusahaan kontraktor yang berbasis di Chengdu, Sichuan Dianke Network Security Technology Co., Ltd., diduga terlibat dalam penyebaran malware yang dapat mencuri informasi sensitif dari perangkat seluler dan memberikan akses jarak jauh ke kamera dan mikrofon perangkat. Pihak berwenang China membantah tuduhan ini dan meminta agar semua pihak bersikap profesional dalam menanggapi insiden siber.
Serangan siber menggunakan malware yang menyamar sebagai aplikasi umum menunjukkan betapa canggih dan berbahayanya ancaman siber yang berasal dari aktor negara seperti China saat ini. Kewaspadaan dan kolaborasi internasional sangat diperlukan agar kelompok-kelompok aktivis tidak menjadi korban pelanggaran privasi dan potensi represi digital yang lebih luas.