Trump Cabut Izin Keamanan SentinelOne, Industri Siber Bungkam Karena Takut
Teknologi
Keamanan Siber
11 Apr 2025
112 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tindakan Trump terhadap SentinelOne menunjukkan dampak politik dalam industri keamanan siber.
Chris Krebs menjadi simbol perlawanan terhadap klaim pemilihan yang tidak berdasar.
Industri keamanan siber cenderung diam karena takut akan tindakan balasan dari pemerintah.
Pada tanggal 10 April 2023, Presiden Donald Trump mengambil tindakan terhadap perusahaan keamanan siber bernama SentinelOne dengan membatalkan izin keamanan para eksekutif dan karyawan perusahaan tersebut. Tindakan ini terkait dengan penunjukan Chris Krebs, mantan pejabat Trump, sebagai kepala intelijen dan kebijakan publik di SentinelOne. Krebs sebelumnya dipecat oleh Trump karena menolak untuk mendukung klaim palsu bahwa Joe Biden mencuri pemilihan presiden. Meskipun Krebs dihormati di kalangan profesional keamanan siber, banyak perusahaan di industri ini memilih untuk tidak memberikan dukungan publik kepada SentinelOne setelah tindakan Trump.
Hanya satu dari 36 perusahaan keamanan siber yang dihubungi oleh Reuters yang memberikan komentar tentang situasi ini. Banyak perusahaan lainnya, termasuk Microsoft dan CrowdStrike, tidak memberikan tanggapan. Seorang eksekutif keamanan siber menyatakan bahwa tindakan Trump terhadap Krebs membuat banyak orang di industri ini takut untuk berbicara. Meskipun SentinelOne menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak akan berdampak besar pada bisnis mereka, harga saham perusahaan tersebut turun 7% setelah berita tersebut.
Analisis Ahli
Katie Moussouris
Industri keamanan siber tidak mampu merespons secara terbuka karena risiko yang terlalu tinggi dari tindakan balasan pemerintah.Michael Daniel
Mendetarget perusahaan karena ketidaksukaan presiden terhadap seseorang di dalamnya adalah contoh buruk dari penggunaan kekuasaan pemerintah untuk tujuan politik.

