Pasar Berkembang Menguat Saat Tarif AS Picu Spekulasi Perlambatan Ekonomi
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
40 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif dapat memiliki dampak signifikan pada aliran investasi global.
Mata uang negara berkembang menunjukkan potensi penguatan di tengah ketidakpastian ekonomi AS.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pasar saham negara berkembang mulai pulih dari kinerja buruk di tahun-tahun sebelumnya.
Aset-aset di negara berkembang mengalami kenaikan karena spekulasi bahwa tarif tinggi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump akan memperlambat ekonomi AS dan mengalihkan investasi ke pasar lain. Indeks saham negara berkembang naik 2,1% pada hari Rabu, sementara mata uang negara-negara Eropa Timur juga menguat. Peso Meksiko menguat 1,2% terhadap dolar AS karena ada kemungkinan penundaan tarif mobil untuk Kanada dan Meksiko. Para analis percaya bahwa penurunan nilai dolar AS akan mendukung mata uang negara berkembang untuk naik lebih lanjut.
Saham-saham di Polandia dan Hongaria juga meningkat setelah Jerman mengumumkan rencana investasi besar-besaran untuk pertahanan dan infrastruktur. Secara keseluruhan, saham negara berkembang telah naik 3,8% tahun ini, lebih baik dibandingkan dengan indeks saham global lainnya. Para ahli mengatakan bahwa pasar kini lebih realistis dalam menilai dampak tarif, dan ekonomi yang bergantung pada ekspor mungkin menghadapi tantangan, tetapi hal ini sudah diperkirakan sejak Trump terpilih.
Analisis Ahli
Phoenix Kalen
Nilai dolar yang melemah menandakan penurunan peran safe haven dolar, dan ini membuka peluang bagi mata uang pasar negara berkembang untuk menguat.Ulrich Leuchtmann
Tingkat suku bunga AS yang sebelumnya ketat mulai dipertanyakan, dan daya tarik kapital cenderung menyebar ke negara lain di luar AS.