Tarif AS Dorong Sentimen Positif dan Penguatan Pasar Negara Berkembang
Bisnis
Ekonomi Makro
06 Mar 2025
99 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Kebijakan tarif Trump dapat memperlambat ekonomi AS dan menguntungkan pasar negara berkembang.
Nilai dolar AS mengalami penurunan, yang meningkatkan daya tarik mata uang negara berkembang.
Pasar saham negara berkembang menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah bertahun-tahun berkinerja buruk.
Aset-aset di negara berkembang mengalami kenaikan karena spekulasi bahwa tarif tinggi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump akan memperlambat ekonomi AS dan mengalihkan investasi ke pasar lain. Indeks saham negara berkembang naik 2,1% pada hari Rabu, dengan mata uang negara-negara Eropa Timur juga menguat. Peso Meksiko menguat 1,2% terhadap dolar AS, sementara real Brasil juga naik setelah pasar dibuka kembali. Para analis percaya bahwa penurunan nilai dolar AS akan mendukung kekuatan mata uang negara berkembang.
Sementara itu, saham di Polandia dan Hongaria melonjak setelah Jerman mengumumkan rencana investasi besar-besaran untuk pertahanan dan infrastruktur. Saham-saham di China juga naik, didorong oleh dukungan pemerintah untuk sektor teknologi. Secara keseluruhan, saham negara berkembang telah naik 3,8% tahun ini, menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan indeks saham global lainnya yang mengalami kenaikan lebih kecil atau bahkan penurunan.
Analisis Ahli
Phoenix Kalen
Penurunan daya tarik dolar sebagai safe haven membuka peluang kenaikan lebih lanjut bagi mata uang pasar negara berkembang.Ulrich Leuchtmann
Pasar mulai realistis terhadap dampak negatif tarif, dan AS tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan investasi utama.