AI summary
Kebijakan tarif Trump dapat memperlambat ekonomi AS dan menguntungkan pasar negara berkembang. Nilai dolar AS mengalami penurunan, yang meningkatkan daya tarik mata uang negara berkembang. Pasar saham negara berkembang menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah bertahun-tahun berkinerja buruk. Aset-aset di negara berkembang mengalami kenaikan karena spekulasi bahwa tarif tinggi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump akan memperlambat ekonomi AS dan mengalihkan investasi ke pasar lain. Indeks saham negara berkembang naik 2,1% pada hari Rabu, dengan mata uang negara-negara Eropa Timur juga menguat. Peso Meksiko menguat 1,2% terhadap dolar AS, sementara real Brasil juga naik setelah pasar dibuka kembali. Para analis percaya bahwa penurunan nilai dolar AS akan mendukung kekuatan mata uang negara berkembang.Sementara itu, saham di Polandia dan Hongaria melonjak setelah Jerman mengumumkan rencana investasi besar-besaran untuk pertahanan dan infrastruktur. Saham-saham di China juga naik, didorong oleh dukungan pemerintah untuk sektor teknologi. Secara keseluruhan, saham negara berkembang telah naik 3,8% tahun ini, menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan indeks saham global lainnya yang mengalami kenaikan lebih kecil atau bahkan penurunan.
Pasar negara berkembang tampaknya mendapatkan angin segar dari kebijakan tarif AS yang kontraproduktif bagi ekonomi domestik AS sendiri. Ini adalah momentum yang bagus bagi investor untuk mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke aset emerging market yang kini menunjukkan daya tahan dan potensi pertumbuhan lebih baik.