Kontroversi Chips Act AS: Subsidi Semikonduktor Diserang Trump
Finansial
Kebijakan Fiskal
05 Mar 2025
242 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Chips Act merupakan langkah signifikan dalam kebijakan industri AS untuk meningkatkan produksi semikonduktor.
Donald Trump mengkritik Chips Act dan menyerukan penghapusannya, meskipun sebelumnya disetujui secara bipartisan.
Investasi besar dalam industri semikonduktor diharapkan dapat mengurangi ketergantungan AS pada impor dari Asia.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) adalah salah satu dari 20 perusahaan yang mendapatkan dukungan dari program Chips Act sebelum Presiden Joe Biden meninggalkan jabatannya. Namun, mantan Presiden Donald Trump mengkritik program tersebut, menyebutnya sebagai hal yang buruk dan meminta agar program itu dihapus. Dia berpendapat bahwa dana yang tersisa sebaiknya digunakan untuk mengurangi utang negara atau keperluan lainnya.
Chips Act adalah langkah penting bagi pemerintah AS untuk meningkatkan produksi semikonduktor di dalam negeri. Program ini menyediakan dana sebesar Rp 651.30 triliun (US$39 miliar) dalam bentuk hibah, pinjaman, dan potongan pajak untuk mendukung pembuatan chip di Amerika, serta Rp 183.70 triliun (US$11 miliar) untuk penelitian dan pengembangan chip. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan AS pada negara-negara Asia dalam hal komponen elektronik yang penting.
Analisis Ahli
Mark Liu (Chairman TSMC)
Program subsidi seperti Chips Act sangat penting untuk mendorong inovasi dan investasi di sektor semikonduktor, serta menciptakan ekosistem manufaktur yang kuat di AS.Lisa Su (CEO AMD)
Inisiatif pemerintah seperti ini menumbuhkan daya saing industri teknologi AS dan membantu mengatasi ketergantungan berlebih pada pasar Asia yang rentan terhadap gangguan geopolitik.
