Malaysia Akuisisi Desain Chip Arm untuk Dorong Industri GPU Lokal
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
05 Mar 2025
94 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Malaysia berinvestasi besar dalam pengembangan industri chip untuk memenuhi permintaan teknologi.
Kesepakatan dengan Arm Holdings diharapkan dapat menciptakan perusahaan chip lokal yang signifikan.
Pembangunan taman desain sirkuit terintegrasi akan menarik lebih banyak investasi teknologi ke Malaysia.
Malaysia akan membayar Arm Holdings sebesar Rp 4.17 triliun ($250 juta) selama 10 tahun untuk mendapatkan rencana desain chip yang dapat digunakan oleh produsen lokal. Menteri Ekonomi, Rafizi Ramli, menyatakan bahwa negara ini berencana untuk memproduksi chip unit pemrosesan grafis sendiri dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, seiring dengan meningkatnya permintaan untuk kecerdasan buatan dan pusat data. Dengan kesepakatan ini, Malaysia berharap dapat menciptakan 10 perusahaan chip lokal yang masing-masing memiliki pendapatan tahunan antara Rp 250.50 ribu ($1,5) hingga Rp 33.40 triliun ($2 miliar) .
Sejak tahun 2023, banyak perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Nvidia, dan Google telah berinvestasi miliaran dolar di Malaysia, terutama dalam layanan cloud dan pusat data. Malaysia juga berencana untuk membangun taman desain sirkuit terintegrasi terbesar di Asia Tenggara dan menawarkan insentif seperti pemotongan pajak dan subsidi untuk menarik perusahaan teknologi global. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan bahwa taman ini akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Arm.
Analisis Ahli
Dr. Tan Wei Ming, Pakar Semikonduktor
Akuisisi IP dari Arm memberikan landasan teknologi yang kuat bagi Malaysia, tetapi fokus pada pelatihan SDM dan kolaborasi dengan perusahaan teknologi global harus diintensifkan agar target industri chip lokal tercapai.Prof. Aisha Rahman, Ekonom Teknologi
Investasi ini sangat strategis dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital negara. Namun, risiko pasar global dan perubahan cepat teknologi chip harus dipantau dengan seksama.


