Saham Nvidia Turun Akibat Tarif Baru Trump dan Kekhawatiran Ekspor AI
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
04 Mar 2025
235 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tarif baru yang diberlakukan oleh Trump dapat mempengaruhi permintaan produk Nvidia.
Meskipun ada kekhawatiran, penjualan Nvidia di China tetap kuat.
Analis tetap optimis terhadap prospek saham Nvidia meskipun ada tantangan dari tarif dan regulasi.
Saham Nvidia (NVDA) turun hingga 3% pada Selasa pagi akibat tarif baru yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump. Presiden Trump mengenakan tarif 25% untuk impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk impor dari China. Meskipun semikonduktor tidak langsung terpengaruh oleh tarif ini, analis Bernstein, Stacy Rasgon, menyebutkan bahwa tarif tersebut dapat mempengaruhi harga peralatan pemrosesan data, seperti server yang menggunakan chip AI dari Nvidia. Misalnya, Foxconn, yang merupakan pelanggan Nvidia, sedang membangun pabrik terbesar di dunia untuk merakit server dengan chip Blackwell AI di Meksiko, yang juga terkena tarif.
Saham Nvidia telah turun lebih dari 10% dalam lima hari perdagangan terakhir, dan pada hari Senin, sahamnya jatuh 8,7% ke level terendah sejak September. Penurunan ini terjadi setelah laporan bahwa GPU Blackwell AI terbaru Nvidia berhasil mencapai China meskipun ada kontrol ekspor, yang menimbulkan kekhawatiran investor tentang kemungkinan pembatasan perdagangan yang lebih ketat. Meskipun ada kekhawatiran ini, Rasgon dan analis Citi, Atif Malik, tetap mempertahankan peringkat "Beli" untuk saham Nvidia, dengan harapan bahwa situasi ini akan membaik dan nilai sahamnya semakin menarik.
Analisis Ahli
Stacy Rasgon
Risiko terkait tarif dan regulasi sangat memengaruhi sentimen pasar, tapi pangsa pasar China yang menurun sebagai persentase pendapatan membantu mengurangi dampak negatif signifikan.Atif Malik
Meski ada penurunan harga saham, potensi risiko dan peluang masih seimbang, menunggu kejelasan lebih lanjut soal dampak tarif dan kontrol AI.Wall Street Journal
Pelaporan GPU Nvidia yang masuk ke China walau ada kontrol ekspor memicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan perdagangan AS yang mungkin semakin ketat.