Komentar Trump Perkuat Alasan China Pertahankan Yuan Stabil di Tengah Perang Dagang
Bisnis
Ekonomi Makro
04 Mar 2025
108 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pernyataan Trump dapat mempengaruhi kebijakan PBOC dalam menjaga stabilitas yuan.
Ketegangan perdagangan antara AS dan China terus meningkat dengan tarif yang saling dikenakan.
PBOC berusaha menghindari depresiasi yuan untuk mencegah pelarian modal dan menjaga citra mata uang.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa kebijakan mata uang China dapat merugikan AS, yang membuat Bank Sentral China (PBOC) lebih berhati-hati dalam menjaga stabilitas yuan. Meskipun ada ancaman perang dagang dan tarif baru dari AS, PBOC belum menunjukkan niat untuk melemahkan yuan. Mereka telah berusaha menjaga nilai yuan agar tidak jatuh terlalu jauh, dengan menetapkan batasan pada pergerakan nilai tukar dan menunda pemotongan suku bunga.
Meskipun ada spekulasi bahwa yuan bisa melemah karena tekanan tarif, beberapa analis percaya bahwa PBOC akan tetap mempertahankan kebijakan stabilitas mata uang. Mereka khawatir jika yuan melemah, bisa menyebabkan keluarnya modal besar-besaran dari China. Saat ini, pasar sedang menunggu hasil dari Kongres Rakyat Nasional China untuk melihat langkah-langkah yang akan diambil pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Analisis Ahli
Ken Cheung
PBOC kemungkinan besar akan tetap dengan kebijakan stabilisasi yuan karena peringatan langsung dari Trump dan pertimbangan stabilitas ekonomi China.Craig Chan
Ada risiko besar keluar modal jika yuan dilemahkan dan tujuan pemerintah China adalah menjadikan yuan sebagai mata uang yang kuat dan global yang tidak sesuai dengan depresiasi valas.