Tesla Naik 2% karena Peluang Besar di AI dan Robotika Meski Penjualan Mobil Turun
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
03 Mar 2025
238 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Tesla sedang bertransisi dari perusahaan otomotif murni menjadi diversifikasi dalam AI dan robotika.
Keterlibatan Elon Musk dalam politik dapat mempengaruhi penjualan dan persepsi publik terhadap Tesla.
Analis memberikan prediksi positif untuk saham Tesla meskipun ada tantangan dalam penjualan kendaraan.
Saham Tesla (TSLA) naik 2% setelah analis Morgan Stanley, Adam Jonas, memprediksi harga sahamnya bisa mencapai Rp 7.18 miliar ($430 k) arena perusahaan ini mulai diversifikasi ke bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Meskipun saham Tesla turun hampir 28% pada bulan Februari karena penjualan mobil listrik yang menurun, Jonas melihat ini sebagai kesempatan menarik bagi investor. Ia juga menyebutkan bahwa pengiriman mobil Tesla pada tahun 2025 bisa turun dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi tetap menjadikan Tesla sebagai pilihan utama di sektor otomotif.
Jonas menekankan bahwa Tesla sedang bertransisi dari perusahaan otomotif murni menjadi perusahaan yang lebih beragam dengan fokus pada AI dan robotika. Meskipun ada persaingan baru yang mengganggu penjualan Tesla, banyak orang juga mengkritik CEO Elon Musk karena keterlibatannya dalam politik. Beberapa survei menunjukkan bahwa banyak pemilih tidak setuju dengan tindakan Musk, dan Tesla dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartal pertamanya pada 22 April.
Analisis Ahli
Adam Jonas
Tesla sedang bertransformasi dari perusahaan otomotif menjadi pemimpin dalam AI dan robotika, membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar di luar penjualan mobil.Dan Ives
Meskipun ada kekhawatiran terkait keterlibatan politik Elon Musk, Tesla tetap memiliki potensi kenaikan saham ke harga di atas $500 karena inovasi teknologinya.