AI summary
Harga minyak tetap rendah karena ketidakpastian geopolitik dan tarif perdagangan. Sanksi terhadap Rusia dan tarif AS dapat mempengaruhi pasokan dan permintaan minyak global. Konsumsi energi di Cina diperkirakan akan menurun, yang dapat berdampak pada pasar minyak. Minyak mengalami fluktuasi dalam sesi perdagangan yang tidak stabil karena para pedagang menilai situasi perang di Ukraina, tarif AS, dan stimulus dari China. Harga minyak Brent berada di sekitar $73 per barel setelah mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak September. Eropa sedang berusaha menyusun rencana untuk Ukraina setelah ketegangan antara Presiden Volodymyr Zelenskiy dan Donald Trump, sementara masa depan sanksi terhadap minyak Rusia masih tidak pasti. Di sisi lain, AS berencana untuk mengenakan tarif baru pada Kanada dan Meksiko, yang merupakan pemasok minyak utama, serta menggandakan tarif pada China.Saxo Bank menyatakan bahwa minyak mentah tetap terjebak di level rendah karena kekhawatiran tentang perang dagang global yang dapat mempengaruhi permintaan, sementara pasokan minyak cukup melimpah. Hedge fund juga telah mengurangi posisi beli mereka pada minyak mentah West Texas Intermediate ke level terendah sejak 2010. Selain itu, konsumsi gabungan bahan bakar di China diperkirakan akan turun, yang menambah sinyal negatif bagi pasar minyak.
Pasar minyak saat ini sangat rentan terhadap faktor eksternal yang sulit diprediksi, khususnya kebijakan yang dikeluarkan oleh pengambil keputusan global. Jika OPEC+ tidak bertindak segera dengan mengurangi produksi, harga minyak bisa turun lebih dalam, memperparah tekanan pada produsen minyak dan ekonomi global.