Kenaikan Harga Obligasi AS Terbesar Pasca Data Lemah dan Ancaman Tarif Trump
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Feb 2025
284 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar obligasi AS mengalami kenaikan signifikan akibat data ekonomi yang lemah.
Federal Reserve mungkin akan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi di atas pengendalian inflasi.
Data PCE yang akan datang dapat mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga.
Investor obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan terbesar dalam sebulan sejak Juli, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai 4,22%, terendah sejak Desember. Kenaikan ini terjadi setelah beberapa indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang lemah, yang membuat pasar berharap Federal Reserve akan kembali menurunkan suku bunga. Data inflasi dan laporan tenaga kerja yang akan dirilis dalam waktu dekat akan sangat mempengaruhi keputusan tersebut.
Meskipun ada harapan untuk penurunan suku bunga, inflasi masih menjadi perhatian utama. Beberapa analis memperkirakan bahwa imbal hasil obligasi 10 tahun akan tetap berada di antara 4,25% dan 4,75% karena inflasi yang masih tinggi. Selain itu, ada kemungkinan bahwa permintaan dari investor akan meningkat menjelang akhir bulan, yang dapat mendorong harga obligasi lebih tinggi jika permintaan melebihi ekspektasi.
Analisis Ahli
Brian Quigley
Fed akan lebih fokus pada pertumbuhan jika harus memilih antara menurunkan inflasi atau mendukung ekonomi.Morgan Stanley Strategists
Penurunan suku bunga 1% mungkin terjadi jika tren pasar tenaga kerja memburuk.Janet Rilling
Inflasi masih menjadi risiko utama bagi pasar obligasi walau pasar tenaga kerja relatif seimbang.