Obligasi AS Menguat, Investor Tunggu Data Inflasi dan Tenaga Kerja Februari
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
28 Feb 2025
77 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar obligasi AS mengalami kenaikan signifikan akibat data ekonomi yang lemah.
Investor mengantisipasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve jika tren pengangguran meningkat.
Data inflasi yang akan dirilis dapat mempengaruhi keputusan kebijakan moneter di masa depan.
Investor obligasi pemerintah AS mengalami keuntungan bulanan terbesar sejak Juli, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai 4,22%, terendah sejak Desember. Penurunan imbal hasil ini terjadi karena indikator pertumbuhan ekonomi yang lemah, yang membuat pasar berharap Federal Reserve akan kembali menurunkan suku bunga. Data inflasi dan laporan tenaga kerja yang akan dirilis minggu depan sangat dinanti-nanti untuk menentukan arah pasar selanjutnya.
Meskipun ada harapan untuk penurunan suku bunga, inflasi masih menjadi perhatian utama. Beberapa analis memperkirakan bahwa imbal hasil obligasi 10 tahun akan tetap berada di antara 4,25% dan 4,75%. Selain itu, ada kemungkinan bahwa pembelian oleh dana indeks pada akhir bulan dapat meningkatkan harga obligasi jika permintaan melebihi ekspektasi.
Analisis Ahli
Brian Quigley
Menilai dampak pengurangan pekerjaan pemerintah pada program lain dan bagaimana itu bisa memicu perlambatan ekonomi.George Catrambone
Setelah membeli ketika yield tinggi, kini mengambil posisi netral karena ketidakpastian pasar obligasi jangka menengah.Janet Rilling
Mengingat inflasi yang masih keras kepala, pasar fixed income menghadapi risiko yang belum sepenuhnya teratasi.