Regulator Jepang Tindak Tegas Pinjaman Berisiko Tinggi Bank Regional
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
28 Feb 2025
168 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Otoritas Jasa Keuangan Jepang meningkatkan pengawasan terhadap pinjaman tinggi yang didukung oleh obligasi pemerintah.
Bank regional berisiko mengalami kerugian akibat produk pinjaman repackaged yang tidak transparan.
Regulator berusaha untuk meningkatkan transparansi dan manajemen risiko di sektor perbankan.
Regulator keuangan Jepang, Financial Services Agency (FSA), berencana untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pinjaman berisiko tinggi yang didukung oleh obligasi pemerintah Jepang, yang telah menjadi populer di kalangan bank regional. Pinjaman ini, yang juga melibatkan kontrak derivatif untuk meningkatkan imbal hasil, telah meningkat sekitar 20% hingga 30% dalam setahun terakhir, mencapai hampir ¥10 triliun (sekitar Rp 1.12 quadriliun ($67 miliar) ). FSA khawatir bahwa beberapa bank tidak memiliki manajemen risiko yang tepat untuk produk ini, yang dapat menyebabkan kerugian jika suku bunga naik.
FSA akan memeriksa bank yang membeli lebih banyak produk ini meskipun telah ada peringatan sebelumnya. Mereka juga akan menyelidiki perusahaan sekuritas yang memasarkan produk ini kepada bank. Meskipun pinjaman ini menarik karena tidak perlu dicatat berdasarkan nilai pasar, regulator menilai bahwa produk ini tidak memiliki rasional ekonomi yang baik dan dapat merugikan bank serta komunitas yang mereka layani.
Analisis Ahli
Professor Hiroshi Tanaka
Produk repackaged ini berbahaya karena mengaburkan risiko sebenarnya dan mendorong perilaku yang tidak sehat di industri perbankan regional, sehingga pengawasan yang lebih ketat adalah langkah tepat.Keiko Saito, Analis Keuangan
Kurangnya transparansi pada produk ini bisa menyebabkan masalah besar bila terjadi gejolak pasar, jadi upaya FSA untuk meningkatkan keterbukaan informasi sangat diperlukan.